Dakwah Melalui Pendidikan Pesantren

Pilar Moderasi Islam dan Nasionalisme Pra-Kemerdekaan

Authors

  • Abdul Abdul Kholik Institut Agama Islam Negeri Pontianak Author

Keywords:

Pesantren, Dakwah, Moderasi Islam, Nasionalisme, Pendidikan.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dakwah melalui pendidikan pesantren sebagai pilar moderasi Islam dan nasionalisme pada masa pra-kemerdekaan Indonesia. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional tidak hanya berfungsi sebagai pusat transmisi ilmu keagamaan, tetapi juga sebagai agen pembentukan karakter sosial dan kesadaran kebangsaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus historis. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, wawancara mendalam, dan observasi non-partisipatif, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren berperan signifikan dalam menanamkan nilai-nilai moderasi Islam seperti tasamuh, tawassuth, dan tawazun melalui tradisi keilmuan, keteladanan kiai, serta pembiasaan adab santri. Selain itu, pesantren juga berkontribusi besar dalam membangun nasionalisme melalui integrasi nilai keislaman dan kebangsaan, yang tercermin dalam keterlibatan ulama dan santri dalam perjuangan kemerdekaan, termasuk Resolusi Jihad 1945. Pesantren berfungsi sebagai ruang sosial-politik yang strategis dalam menyebarkan wacana kebangsaan dan perlawanan terhadap kolonialisme secara kultural. Penelitian ini menegaskan bahwa pesantren merupakan model pendidikan berbasis kearifan lokal yang efektif dalam menjaga moderasi Islam dan memperkuat identitas kebangsaan Indonesia.

Downloads

Published

2026-01-26

How to Cite

Abdul Kholik, A. (2026). Dakwah Melalui Pendidikan Pesantren: Pilar Moderasi Islam dan Nasionalisme Pra-Kemerdekaan. SAPRAHAN: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 1(1), 8-14. https://jurnal.azzaki.net/index.php/saprahan/article/view/1